BTCClicks.com Banner

Friday, March 21, 2014

Asal-Usul Angkringan

Warung Angkringan sangat akrab dikenal masyarakat, terutama di Jawa. Umumnya Angkringan berupa warung tenda sederhana dengan waktu operasi mulai sore hingga dini hari.

Menu paling digemari dari warung yang kerap dianggap warung wong cilik ini tentu saja adalah Nasi Kucing (yang dalam bahasa Jawa disebut Sego Kucing). Biasanya lauk pauk seperti tempe sambal kering, teri goreng, sate telur puyuh, sate usus, sate ceker, dan ikan bandeng menjadi menu tambahan. Sedangkan untuk minuman, umumnya menjual wedang jahe, susu jahe, teh manis, air jeruk dan kopi.

 

Dari Jogjakarta, Angkringan semakin mewabah dan menular hingga Jakarta. Tampaknya, selain unsur romantisme, warung sederhana ini juga jadi alternatif tempat nongkrong saat malam, apalagi harga makanannya relatif murah.

Kata Angkring atau nangkring yang dalam bahasa Jawa mempunyai arti duduk santai. Angkringan memang sejatinya milik masyarakat kecil, atau wong cilik. Dan demikianlah awal-mula munculnya Angkringan, dari arus bawah yang juga ditujukan pada orang-orang rendahan.

Angkringan di Jogjakarta dipelopori oleh seorang pendatang dari Cawas, Klaten bernama Mbah Pairo pada tahun 1950-an. Cawas yang secara adminstratif termasuk wilayah Klaten Jawa Tengah merupakan daerah tandus terutama di musim kemarau. Tidak adanya lahan subur yang bisa diandalkan untuk menyambung hidup, membuat Mbah Pairo mengadu nasib ke Jogjakarta.

 

Mbah Pairo bisa disebut pionir angkringan di Yogjakarta. Usaha angkringan Mbah Pairo ini kemudian diwarisi oleh Lik Man, putra Mbah Pairo sekitar tahun 1969. Lik Man yang kini menempati sebelah utara Stasiun Tugu sempat beberapa kali berpindah lokasi.

Seiring bergulirnya waktu, lambat laun bisnis ini kemudian menjamur hingga pada saat ini sangat mudah menemukan angkringan di setiap sudut Kota Jogja. Angkringan Lik Man pun konon menjadi yang paling dikenal di seluruh Jogja, bahkan di luar Jogja.

Berbeda dengan angkringan saat ini yang memakai gerobak, di awal kemunculannya angkringan menggunakan pikulan. Pada masa Mbah Pairo berjualan, angkringan dikenal dengan sebutan ting-ting hik (baca: hek). Hal ini disebabkan karena penjualnya berteriak “Hiiik…iyeek” ketika menjajakan dagangan mereka. Istilah hik sering diartikan sebagai Hidangan Istimewa Kampung. Sebutan hik sendiri masih ditemui di Solo hingga saat ini, tetapi untuk di Jogja istilah angkringan lebih populer.











 













3 Fenomena Paranormal Aneh di Irlandia

Irlandia terkenal karena mitologinya yang begitu banyak. Dari Leprechaun dan peri, Banshee, serta banyak lagi. Sebagai negeri penuh mitos, maka nuansa mistik bukan hal yang aneh, seolah jadi warna budaya setempat. Dari berbagai kisah misteri di Irlandia, tiga berikut ini lumayan menyeramkan.


1. Patung Maria Ballinspittle
 

Ada banyak patung Perawan Maria yang dikatakan memiliki elemen misterius, dan pada umumnya patung tersebut menangis ataupun berdarah. Tetapi pada tahun 1985, patung Perawan Maria di Irlandia memiliki kemampuan yang lebih besar, yakni bisa bergerak.

Patung bergerak Perawan Maria Ballingspittle pertama kali dilihat oleh perwira polisi yang melihat patung tersebut melayang di dalam gereja. Awalnya, dia tidak percaya, tetapi setelah menginspeksinya beberapa hari kemudian, dia menjadi yakin bahwa dirinya melihat kejadian mukjizat.

Kemudian dimulailah legenda patung ini, beberapa orang lain juga mengklaim bahwa mereka melihat patung ini bergerak. Tentu saja, fenomena ini masih diperdebatkan secara luas.




2. Hantu Jervis
 

Pada tahun 2011, sebuah video hantu tak terlihat yang membuang buah-buahan di pusat perbelanjaan Jervis muncul di Internet. Meskipun keasliannya diragukan, pusat perbelanjaan itu sendiri memiliki reputasi paranormal selain hantu pelempar buah.

Beberapa bagian bangunan pusat perbelanjaan tersebut dulunya adalah rumah sakit tua dan semacamnya. Sejumlah orang telah melaporkan bermacam kasus. Mulai dari nyanyian hantu hingga penampakan.

Berdasarkan legenda, hantu yang paling terkenal di pusat perbelanjaan ini adalah Lord Norbury, hakim kejam abad ke-19 yang dikutuk oleh janda korbannya bahwa dirinya nanti akan menghantui daerah Jarvis sebagai anjing hitam besar yang membawa rantai besi berat.




3. Gereja St. Michan
 

Gereja St. Michan adalah bangunan berumur 330 tahun yang terletak di sebuah situs yang berumur hampir 600 tahun. Tempat ini dibangun langsung pada puncak kubah penguburan raksasa berumur 500 tahun. Kubah ini masih dipenuhi dengan mayat, yang ditumpuk di dalam peti. Beberapa peti tersebut telah rusak dan dari dalam peti keluarlah tungkai tubuh mayat, yang terkadang terlihat seperti mumi.

Selain menakutkan, Gereja St. Michan ternyata juga menjadi daya tarik turis yang populer. Banyak pengunjung yang melaporkan bahwa mereka merasakan kehadiran aneh, seakan-akan disana ada “tekanan” dari mayat-mayat sekitar. Beberapa laporan menyebut muncul suara-suara menggumam aneh, begitu juga bisikan.

















 








Sumber:
segiempat

Yang ingin Cari Jodoh Coba Wisata ke Tempat ini

Kadangkala, tempat wisata jadi makin terkenal bukan hanya karena keindahan, tapi juga cerita berbalut mitos. Mungkin yang paling sering kita dengar mitos yang bikin putus hubungan dengan pacar. Bagaimana sebaliknya dengan yang sedang mencari jodoh? Coba saja datang ke tempat-tempat wisata berikut ini.


1.    Four Faces Buddha, Thailand
 

Jika anda berada di Thailand, datang ke Altar Erawan di Hotel Grand Hyatt Erawan. Tempat dengan nama Thao Maha Brahma. Kuil ini merupakan tempat keberadaan patung Buddha berwajah empat yang disebut Phra Phrom.

Banyak yang percaya di kuil ini anda dapat berdoa dan memohon banyak hal terutama jodoh. Para pengunjung harus mencuci muka dengan air suci dari gentong. Jika doa anda terkabul, anda harus datang lagi ke tempat ini mengucap syukur diiringi para penari.

 
2.    Jabal Rahmah, Arab Saudi
 

Tempat wisata dunia mencari jodoh yang lainnya adalah tempat ziarah di Makkah, Jabal Rahmah. Tempat ini sangat terkenal dengan para pengunjung yang menginginkan pasangan seperti Adam dan Hawa. Para wisatawan yang masih single harus mendaki Bukit Arafah dan menuliskan nama di dinding tugu. Dengan begitu jodoh akan datang.

 
3.    Rumah Juliet, Italia
 

Kisah cinta Romeo dan Juliet yang merupakan karya William Shakespeare sangat terkenal sebagai kisah cinta terlarang yang tragis. Di sebuah rumah di Verona, Italia, yang dikatakan sebagai rumah keluarga Juliet. Disana terdapat tembok yang dinamakan Tembok Juliet, jika menulis nama disana, hubungan pasangan akan langgeng.

Jika anda belum berpasangan datang saja ke Patung Juliet. Berfoto dan berpegangan pada bagian dada Patung Juliet, akan mendapat kisah cinta yang indah. Anda juga akan melihat banyak surat cinta dari para pengunjung di Tembok Juliet.

 
4.    Air Terjun Kali Jodoh, Indonesia
 

Tempat wisata dunia mencari jodoh yang terakhir ada di Indonesia. Air Terjun Kali Jodoh berada di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Untuk anda yang single, mandi di air terjun tersebut dapat menemukan jodoh dan memiliki pernikahan yang langgeng.

Selain itu, pesona indah terlihat di alamnya yang asri. Berdasarkan cerita, Air Terjun Kali Jodoh berasal dari dua sungai, memiliki tinggi sekitar 100 meter. Anda harus mendaki dari ruas jalan poros Bakaru. Dari Kota Pinrang, perjalanan sekitar 40 menit.





















Sumber:

Thursday, March 20, 2014

Kisah Seorang Down Syndrome yang Inspiratif

Johnny usianya sekira 20-an tahun, bekerja sebagai pengemas barang di samping kasir  di sebuah toko ritel besar yang lesu penjualannya. Yang membuat Johnny tampak berbeda dari pegawai lainnya, ia pengidap down syndrome.

Suatu kali ia mendengar ceramah motivasi seorang ahli pemasaran di radio, Barbara Glanz. “Pikirkan tentang sesuatu yang bisa kalian berikan pada pelanggan dan membuat mereka merasa spesial sehingga mereka terdorong untuk datang lagi,” ujar Barbara.
 


Entah bagaimana, Johnny tertarik pada ceramah itu. Ia ingin memberikan sesuatu yang spesial pada para pelanggannya, namun apa? Ia sempat menelepon Barbara dan mengatakan tertarik pada ceramahnya namun ia tak bisa mewujudkannya karena ia hanya seorang down syndrome.

Hingga suatu hari terlontar ide untuk membuat catatan Renungan harian - Thought for the Day, yang berisi kalimat motivasi yang sederhana namun menyentuh yang ingin ia bagikan pada para pelanggannya.

Johnny meminta bantuan ayahnya untuk mengetikkannya di komputer dan mencetaknya menjadi beberapa kopi. Setiap potongan kecil hasil perenungan hariannya itu ia beri nama dirinya di belakangnya dan ucapan, “Terima Kasih Telah Berbelanja di Tempat Kami”. Hasil cetakan itu ia bawa ke tempat kerjanya.

Aksi Johnny pun dimulai. Setiap kali selesai mengemas, Johnny menyisipkan satu Thought for the Day bagi tiap pelanggannya yang membayar di meja kasir tempatnya bertugas.

Sebulan kemudian manajernya melihat keanehan. Antrean pelanggan di kasir tempat Johnny bertugas panjangnya tiga kali dari kasir lain. Lazimnya toko ritel, selalu ada beberapa meja kasir.

Sang manajer pun meminta para pelangan itu itu mengisi barisan sebelahnya agar lebih cepat terlayani. Uniknya, mereka bukannya mengikuti saran itu, mereka malah serempak mengatakan, “Tak apa-apa, kami rela mengantre, yang penting dapat ‘Thought for the Day ‘dari Johnny,” katanya.

Yang membuat si manajer tersentuh, banyak pelanggannya yang mengaku, biasanya mereka datang belanja di situ seminggu sekali. Namun supaya mendapat Thought for the Day setiap hari, belanjanya jadi tiap hari. Belum lagi mereka yang merekomendasikan teman-teman mereka untuk belanja di situ agar mendapatkan Thought of the Day dari Johnny juga.

Gerai ritel itupun jadi ramai. Bahkan divisi pemasaran bunga yang semula hampir bangkrut bisa kembali hidup karena ide cemerlang Johnny yang adalah seorang down syndrome.









 










Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More